Hi, fellas! Pada postingan kali ini, saya ingin membahas tentang Pedoman Literasi Untuk Kesejahteraan yang dibahas dalam kegiatan Focus Group Discussion oleh Perpustakaan Nasional RI. Focus Group Discussion ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional RI yang bertujuan memperoleh masukkan atau informasi mengenai permasalahan yang berkaitan dengan tema yang diadakan. Namun, pada kesempatan kali ini karena bertepatan dengan adanya pandemi, Focus Group Discussion yang bertemakan "Pedoman Literasi Untuk Kesejahteraan" ini diselenggarakan secara daring pada tanggal 16 November 2020 melalui zoom meeting

Pembahasan Pedoman Literasi pada FGD ini diadakan dalam rangka pengayaan dan penyempurnaan penyusunan Pedoman Literasi Untuk Kesejahteraan. Karena Pedoman Literasi ini sudah sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia sebagai acuan agar adanya keselarasan ataupun berkesinambungan dalam upaya melakukan percepatan kegitatan-kegiatan literasi untuk masyarakat Indonesia. 

Perpustakaan Nasional sebagai lembaga pembina di bidang perpustakaan harus mampu mendorong seluruh perpustakaan di Indonesia untuk meningkatkan budaya literasi melalui berbagai strategi. Maka dari itu, Focus Group Discussion ini merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh Perpustakaan Nasional RI dalam mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan perpustakaan di Indonesia. FGD yang dilakukan secara daring semasa pandemi ini terbuka untuk umum dengan batas kuota 5000 orang. 

Dengan adanya Focus Group Discussion (FGD), diharapkan seluruh narasumber dan panelis yang bergabung dapat memberikan masukan dalam pengayaan dan penyempurnaan Pedoman Literasi Untuk Kesejahteraan ini, sehingga nantinya dapat diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

Seperti yang dikatakan oleh Bapak Drs. Deni Kurniadi, M.Hum dalam acara FGD bahwasannya, literasi merupakan faktor esensial dalam upaya membangun pondasi yang kokoh bagi terwujudnya masyarakat yang berpengetahuan dan berkarakter. 

Untuk mengetahui pembahasan apa saja yang dibahas dalam penyusunan Pedoman Literasi Untuk Kesejahteraan ini, kalian bisa simak cuplikan webinar Focus Group Discussion yang diadakan oleh Perpusnas berikut ini!


Baca Juga: E-Learning Bisa Membantu Peserta Didik di SLB?