Stories
Struggling with Anxiety..

Hi! I want to tell you about my experience with anxiety.
Saya pikir, semua orang pernah merasakan ini dengan porsinya masing-masing tentunya. Mungkin ada yang hanya sepintas dan bisa mengatasinya dengan baik, mungkin juga ada yang benar-benar struggling with this issue.
Sebelum saya benar-benar peduli terhadap kesehatan mental, saya tidak pernah menyadari kalau yang saya rasakan ini ternyata sangat berpengaruh kepada diri saya yang sekarang ini. Dulu, saya selalu memaksakan diri saya untuk menyepelekan segala rasa yang ada di dalam diri saya tanpa pernah menyadari bahwa diri saya ini ternyata "lelah". Sebisa saya untuk terus tersenyum, tertawa dan bahagia setiap harinya dengan mengabaikan segala hal normal yang seharusnya boleh saya lakukan juga.
Sekarang, menyadari hidup tidak seperti apa yang saya harapkan pada saat saya remaja, menjadi seperti bumerang untuk Asha yang sekarang berusia 20 tahun rasanya. Tepatnya, sejak berumur 17 tahun, saya sudah merasakan kecemasan terhadap apa yang akan saya hadapi kedepannya. Menyadari, bahwa anxiety yang dulu saya abaikan menjadi satu hal yang selalu mengganggu pikiran saya sekarang.
Di tahun 2020 ini, saya merasa sangat struggling with anxiety or even more. Having anxiety is suck. Having anxiety is such the worse thing that i've ever had. Menyadari kalau anxiety merupakan bagian dari mental illness, tidak pernah menyangka kalau hal ini made me feels like being both the protagonist and the antagonist in my own story. Seakan, self-love dan hal baik yang saya lakukan untuk diri saya sendiri maupun orang lain di tahun-tahun sebelumnya itu hilang dengan sekejap.
Semua yang muncul dalam pikiran saya seakan ditemani dengan suatu kecemasan yang sangat mengganggu pikiran saya. This made me so tired dengan segala hal yang rasanya menjadi pengganggu untuk diri saya. Tidak ingin diganggu, menyendiri dan enjoying my sad hours seperti sudah menjadi teman saya. Sedih rasanya melihat diri sendiri seperti tidak dikontrol oleh saya.
Mencoba untuk "healing" berkali-kali dan menenangkan diri agar bisa merasakan pikiran yang normal dan sehat tanpa ada kecemasan yang mengganggunya. Hal yang wajar jika harus "berkali-kali" mencoba, karena healing butuh waktu. And now, i'm still tried to healing too. Mencoba agar bisa menemukan kebahagiaan dalam pikiran saya.
And I'm writing here to tell you that i hope you'll never feel lonely in this world just because there's something that bothering your mind. You are not alone, if the anxiety ruined you, you are not burden. The thing that you have to remember is you are not burden if you have to ask for help.
Thank you for staying! You have did great!
Regards, A.
2 Comments
phew....anxiety is like our second name. you’re not alone, sha. ayo berjuang sama-sama, jangan henti disini♥️
ReplyDeleteright! and that is suck. thank u so much syif <3 let's survive this together!
Delete